Seperti yang telah kita ketahui bahwa smartphone BM (Black Market) banyak bertebaran di Indonesia, dan untuk membedakan antara smartphone asli atau  produk resmi dengan smartphone produk palsu (BM, Rekondisi, dll) terbilang susah susah gampang dan tricky.

Sebenarnya apasih smartphone BM dan apa bedanya dengan smartphone lain? jadi smartphone BM merupakan ponsel dari penjualan pasar gelap atau menggunakan transaksi illegal.

Smartphone tersebut transaksi ekonominya tidak tercatat, tanpa bea cukai dan pajak, serta tanpa kewajiban – kewajiban lain yang harus dimiliki perangkat seluler saat masuk di Indonesia. Pastinya tidak mempunyai garansi resmi dari produsen smartphone tersebut.

Masih bagus kalau kalian mendapat produk asli atau original, bagaimana kalau ternyata kalian mendapat produk gagal, rekondisi, refurbish, dan lain sebagainya?

Karena saat ini istilah BM sudah tergeneralisir sebagai produk illegal saja, entah itu illegal karena hanya sebatas pajak, atau illegal karena adanya perbedaan komponen di dalamnya.

Karena beberapa hal tersebut, smartphone BM mempunyai harga yang sangat murah dibandingkan dengan smartphone asli atau resminya.

Maka tidak heran jika beberapa masyarakat Indonesia banyak yang melirik smartphone BM daripada yang resmi. Pastinya dengan fitur – fitur yang sama dan harga yang lebih terjangkau.

Pentingnya Mengetahui Perbedaan Smartphone Resmi dan BM

Namun, tahukah kalian jika baru – baru ini terdapat berita bahwa pemerintah akan memblokir smartphone Black Market (BM)? Ya, pemerintah akan membabat habis ponsel BM dengan cara pemblokiran nomer identitas asli ponsel atau IMEI.

Sebenarnya peredaran ponsel BM di Indonesia, sudah lama membuat pemerintah geram. Hal tersebut dikarenakan Data Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menyatakan bahwa 20% ponsel yang beredar di Indonesia merupakan ponsel illegal atau BM.

Pastinya sangat merugikan pemerintah karena tidak melalui pembayaran pajak maupun bea cukai, dn tentunya merugikan kalian sebagai pelanggan karena tidak adanya legalisir yang jelas terhadap komponen smartphone tersebut.

Nah untuk itu jika kalian ingin membeli ponsel atau smartphone pastikan membeli yang resmi yah teman – teman.

Agar kalian tidak tertipu dengan pedagang nakal yang mengatas namakan smartphone BM sebagai smartphone resmi, maka kalian harus mengetahui cara membedakan smartphone resmi dan BM.

Untuk itu di sini kami akan memberikan kalian informasi mengenai cara membedakan smartphone yang melalui pasar gelap atau BM dengan smartphone resmi.

Cara Mengetahui Smartphone Resmi dan BM

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, bahwa smartphone BM tidak mempunyai garansi resmi. Sehingga, banyak pembeli smartphone BM yang tidak sesuai harapan seperti cacat atau rusak dan tidak bisa complain melakukan vendor smartphone resmi.

Untuk itu jangan sampai kalian tergiur dengan ponsel BM yang mempunyai harga yang murah, tapi ujung – ujungnya jadi lebih mahal karena harus membeli ponsel baru lagi.

Agar lebih hati – hati berikut kami berikan cara membedakan smartphone resmi dan BM.

  1. Tidak Mempunyai IMEI

Setiap ponsel android, IOS dan jenis lainnya pastinya mempunyai nomor IMEI. Sebenernya apasih nomor IMEI itu?

IMEI (International Mobile Equipment Identity) merupakan kode unik yang terdiri dari 15 atau 16 digit angka. Dengan kode tersebut kalian dapat mengetahui identitas ponsel yang kalian miliki. Oleh karena itu setiap smartphone resmi mempunyai nomor IMEI yang berbeda – beda.

Selain itu, IMEI juga mempunyai fungsi yang sangat penting. Seperti jika smartphone kalian hilang, maka kalian dapat melacaknya dengan menggunakan nomor IMEI.

Caranya dengan datang ke gerai operator seluler yang kalian gunakan kemudian beritahu mereka mengenai nomor telpon dan IMEI mu, maka keberadaan smartphone kalian dapat diketahui.

Lalu bagaimana cara mengetahui atau mengecek nomer IMEI smarphone kalian?

Caranya cukup mudah, kalian dapat mengecek dengan menggunakan kode USSD. Cukup ketik *#06# tanpa menekan tombol telpon maka nomer IMEI smartphone kalian akan mucul.

Contoh Ponsel Yang Tidak Mempunyai IMEI
Contoh Ponsel Yang Tidak Mempunyai IMEI

Jika smartphone kalian mempunyai satu simcard, maka nomor IMEI yang muncul hanya satu. Dan jika smarphone kalian mempunyai dua simcard maka akan muncul dua IMEI.

Selain melalui kode USSD, IMEI juga dapat dilihat melalui pengaturan di ponsel kalian dengan cara klik Pengaturan > Tentang Ponsel.

Maka akan muncul nomor IMEI ponsel kalian. Selain itu IMEI juga dapat di cek pada kemasan dan Ponsel. Biasanya nomer IMEI terdapat di tempat baterai maupun simcard.

  1. Tidak Mempunyai Garansi Resmi

Sempat kami singgung sebelumnya bahwa smartphone BM tidak mempunyai garansi resmi. Sehingga kalian harus berhati – hati jika melakukan pembelian smartphone tapi tidak mempunyai garansi resmi.

Garansi resmi sangat penting untuk diperhatikan, karena jika nanti terdapat ketidak sesuaian ponsel seperti cacat atau rusak maka kalian dapat mengklaim garansi di vendor resmi smartphone kalian.

Sedangkan jika membeli ponsel tanpa garansi resmi, ditakutkan justru terjadi ketidak sesuaian yang akan membuat kalian rugi. Karena sangat disayangkan jika membeli smartphone baru tapi rusak dan tidak bisa klaim garansi.

Sehingga akan membuat kalian sangat kecewa, oleh karena itu pastikan kalian memperhatikan garansi resmi dari smartphone kalian.

Pastikan Mendapat Garansi Resmi
Pastikan Mendapat Garansi Resmi

Cara sederhana agar mendapatkan garansi resmi adalah membeli ponsel melalui gerai offline secara langsung. Atau langsung ke gerai resmi smartphone yang ingin kalian beli, seperti gerai Samsung, Xiomi, Asus, dan sebagainya.

Dengan begitu kalian bisa langsung bertanya – tanya kepada petugasnya mengenai smartphone yang kalian beli, sehingga menjadi lebih aman.

Atau jika kalian lebih senang membeli online, belilah dari marketplace ataupun toko yang sudah terpercaya. Sehingga ketika barang sampai dan ada ketidaksesuaian barang, seperti tidak adanya garansi resmi misalnya, maka kalian bisa mengajukan komplain dan refund.

  1. Harga Jauh Lebih Murah

Harga smartphone Black Market (BM) umumnya dibanderol jauh lebih murah jika dibandingkan dengan smartphone asli atau resmi. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, hal tersebut dikarenakan barang Black Market tidak membayar pajak maupun bea cukai.

Sehingga jangan sampai kalian tergiur dengan ponsel atau smartphone yang diberi harga murah.

Untuk menghindari hal tersebut, sebelum kalian melakukan pembelian smartphone yang kalian inginkan, sebaiknya pastikan terlebih dahulu untuk melakukan survey harga pasaran ponsel yang kalian inginkan.

Dengan begitu saat kalian membeli ponsel yang kalian inginkan, kalian sudah mengetahui kisaran harganya dan tidak tergiur dengan penawaran harga yang murah.

Hati - hati Dengan Harga Ponsel Yang Lebih Murah
Hati – hati Dengan Harga Ponsel Yang Lebih Murah

  1. Kondisi Fisik yang Berbeda

Saat melihat smartphone Black Market (BM) sekilas memang akan terlihat sama dengan smartphone resmi.

Namun, jika kalian perhatikan baik – baik terdapat perbedaan pada kondisi fisiknya. Biasanya smartphone BM mempunyai kualitas yang kurang baik, seperti cat case yang mudah memudar atau tipis.

Selain itu biasanya terdapat beberapa fitur yang berbeda, beberapa smarphone Black Market tidak mempunyai fitur Bahasa Indonesia.

Kamera pada smartphone BM juga sangat berbeda dengan versi resminya. Meskipun mempunyai Megapiksel yang sama, namun kualitas hasil jepretan sangat berbeda.

Hal tersebut dikarenakan kebanyakan smartphone BM menggunakan kualitas produk atau bahan yang kualitasnya tidak sebagus seperti versi resmi.

Kondisi Fisik yang Berbeda
Kondisi Fisik yang Berbeda

  1. Biasa di Jual di Online

Jika kalian mempunyai niat untuk membeli ponsel atau smartphone melalui online, maka sebaiknya kalian perlu berhati – hati. Hal tersebut dikarenakan tidak sedikit para penjual online yang menjual ponsel black market.

Bahkan sebagian dari mereka mengatakan bahwa ponsel yang mereka jual adalah asli atau resmi padahal sebenarnya adalah ponsel illegal.

Untuk itu jika kalian ingin membeli smartphone melalui online pastikan kalian melakukan survey terlebih dahulu terhatap toko online yang akan kalian beli. Pastikan toko online yang kalian beli mempunyai rating yang bagus.

Jika melalui marketplace kalian dapat melihat melalui ulasan para pembeli. Kemudian sebelum membeli, pastikan kalian tanyakan terlebih dahulu nomer IMEI kepada penjual.

Lakukan pengecekan IMEI yang telah kalian minta, jika terdapat informasi mengenai ponsel yang kalian beli maka dapat dikatakan bahwa ponsel yang kalian beli tidak illegal.

Selanjutnya usahakan untuk tidak melakukan pembayaran secara langsung ke rekening penjual. Gunakan pembayaran melalui pihak ketiga yang biasa sudah tersedia di marketplace besar seperti Tokopedia atau Shopee.

Waspada Kalau Membeli Online
Waspada Kalau Membeli Secara Online

CONCLUSION

Itulah 5 cara membedakan smartphone resmi dan BM. Setelah membaca artikel ini semoga kalian dapat dengan mudah membedakan smartphone resmi dan BM. Pastikan saat melakukan pembelian lakukan pengecekan terlebih dahulu ponsel yang akan kalian beli.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of