pratayama Featured

Cara Mematikan Update Windows 10

Sebagai pengguna Windows 10 tentunya kita sering terganggu dan ingin mematikan update otomatis Windows 10 tersebut.

Mungkin anda bertanya,

Bukannya update otomatis cuma berjalan di background system saja gan?

Ya, update otomatis  memang berjalan di background system dan tentunya tidak mengganggu aktifitas secara langsung.

Tapi update otomatis secara tidak langsung mengganggu kesehatan kuota internet bagi pejuang kuota seperti saya, apalagi saat di akhir bulan yang mana merupakan masa – masa opname kuota.

Selain masalah kuota, terkadang update dari Windows 10 tidak jarang malah menimbulkan efek negatif terhadap sistem, terutama jenis feature updates.

Karena terkadang update-an tersebut masih belum matang dan tidak stabil, sehingga banyak pengguna Windows 10, terutama dari pengguna versi Pro dan Enterprise yang menunda untuk mengupdate sistem.

Resiko Yang Mungkin Terjadi

Sebelum mematikan fitur update tersebut, anda perlu mengetahui kalau memiliki system Windows 10 yang selalu ter-update merupakan suatu hal yang vital, terutama kalau anda sering terhubung dengan internet.

Karena di bandingkan rekan yang lainnya, yaitu Mac dan Linux, Windows adalah sistem operasi yang paling rentan terjangkit virus, malware, dan berbagai aktifitas hacking.

Namun terlepas dari itu, berikut ini beberapa resiko umum yang bisa terjadi jika anda tidak mengupdate Windows 10.

1.  Lebih mudah terserang Virus dan Malware

Walaupun anda selalu mengupdate Windows 10, tidak berarti bahwa sistem anda menjadi kebal terhadap Virus dan Malware.

Namun setidaknya anda bisa terhindar dari distribusi dan jenis virus yang memanfaatkan celah – celah keamanan yang ada di Windows 10.

Apalagi kalau anda hanya menggantungkan keamanan Windows 10 anda hanya pada Windows Defender.

2.  Windows 10 menjadi semakin rentan

Jika anda selalu terhubung dengan internet, tentunya Windows 10 yang tidak ter-update akan menjadi sasaran empuk bagi para pelaku cyber crime.

Mereka tidak perlu bersusah payah untuk masuk ke dalam sistem anda menggunakan cara dan teknik yang baru, karena celah keamanan sistem anda belum di perbaiki, firewall anda sudah usang, dan berbagai celah lainnya.

3.  Windows 10 menjadi sering Hang atau Crash

Berbagai bug yang menumpuk dan tidak di atasi semakin lama akan membuat sistem Windows 10 anda menjadi lebih sering mengalami crash / hang.

Selain itu, bug tersebut juga bisa membuat incompatibility dengan aplikasi lain semakin meningkat, yang bisa menyebabkan berbagai aplikasi menjadi error.

4. File corrupted

Berbagai bug, disfungsi service, flaw, dan lain sebagainya yang tidak segera ditangani akan membuat tingkat error di sistem semakin melebar dan meluas.

Berbeda dengan Linux, Windows 10 sangat tolerir terhadap error. Dan hal ini seperti pedang bermata dua.

Karena di satu sisi bisa memberikan usability dan kemudahan lebih baik, namun di sisi lain error tersebut bisa merusak data yang anda miliki sewaktu – waktu.

Seandainya file dokumen pekerjaan, foto dokumentasi, dan file data penting lainnya tiba – tiba corrupted, tentu tidak terbayang bagaimana rasanya.

5. Install ulang

Jika berbagai error yang terjadi sudah cukup fatal yang membuat Windows 10 tidak bisa loading, maka anda perlu melakukan instal ulang Windows 10 tersebut.

Andai kata hanya setahun sekali sih bagi saya tidak masalah, tapi kalau setiap 2 – 3 bulan sekali harus melakukan instalasi ulang, tentu ini akan menjadi suatu pekerjaan repetisi yang menjemukan dan menyita waktu.

Cara Mematikan Update Otomatis Windows 10

Setelah anda melihat berbagai resiko yang mungkin terjadi, mungkin anda memiliki alasan tersendiri sehingga merasa perlu untuk mematikan fitur update di Windows 10.

Namun setidaknya sempatkan diri anda untuk mengaktifkan kembali fitur tersebut untuk mengecek dan melakukan update sistem Windows 10.

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mematikan fitur update otomatis di Windows 10.

Secara umum saya akan membaginya ke dalam tiga metode yang bisa anda pilih, yaitu metode partial updates, metode notifikasi tetap dan metode nonaktif penuh.

A.  Metode Partial Updates

Sebelum melanjutkan, anda perlu tahu kalau metode partial updates hanya bisa digunakan jika anda menggunakan Windows 10 Pro atau Windows 10 Enterprise.

Metode partial updates merupakan cara paling optimal untuk mematikan update di Windows 10, karena dengan metode ini Windows 10 anda hanya akan mendapatkan update security patch saja dan menonaktifkan jenis update lainnya.

Anda bisa memilih salah satu dari dua cara berikut ini untuk mematikan update dengan metode partial updates.

1.  Defer Updates

  • Klik tombol   Start > Settings
    Menu Settings di Windows 10
    Menu Settings di Windows 10
  • Selanjutnya cari dan klik   Update & Security
    Menu Update & Security
    Menu Update & Security
  • Klik Advanced Options
    Opsi Advanced Options
    Opsi Advanced Options
  • Scroll ke bawah sampai pada bagian Choose when updates are installed lalu ubah box pertama menjadi Semi-Annual Channel
    Opsi Semi Annual Channel
    Opsi Semi Annual Channel
  • Lalu pada box kedua, pilih berapa hari anda ingin mematikan feature updates Windows 10 (maksimal 365 hari)
    Defer Feature Updates di Windows 10
    Defer Feature Updates di Windows 10
  • Dan pada box ketiga, pilih berapa hari anda ingin mematikan quality updates Windows 10 (maksimal 30 hari)
    Defer Quality Updates di Windows 10
    Defer Quality Updates di Windows 10

Untuk melakukan update, anda bisa mengembalikan setting defer updates menjadi update otomatis lagi dengan cara mengisi box feature updates dan quality updates menjadi 0 hari.

2.  Pause Updates

  • Klik tombol   Start > Settings
    Menu Settings di Windows 10
    Menu Settings di Windows 10
  • Scroll ke bawah dan klik   Update & Security
    Menu Update & Security
    Menu Update & Security
  • Klik Advanced Options
    Opsi Advanced Options
    Opsi Advanced Options
  • Scroll ke bawah sampai pada bagian Pause Updates, klik dan aktifkan tombol menjadi ON
    Slide untuk Pause Updates
    Slide untuk Pause Updates

Untuk melakukan update, anda bisa mengembalikan setting menjadi update otomatis lagi dengan cara klik slider Pause Updates menjadi OFF.

! NOTE ! : Pause Updates lebih cenderung bersifat menunda. Cara ini hanya mematikan update selama 35 hari saja. Dan cara ini baru bisa digunakan lagi setelah anda melakukan update terlebih dahulu.

B.  Metode Notifikasi Tetap

Berbeda dengan metode partial updates di atas, metode ini akan menonaktifkan semua jenis update Windows 10, termasuk update security patch.

Walaupun begitu, anda akan tetap mendapatkan notifikasi jika ada update-an patch terbaru yang available. Dengan begitu anda bisa merencanakan kapan anda akan melakukan update patch tersebut.

Kalau anda adalah pengguna Windows 10 versi Home, tentunya ini merupakan kabar baik bagi anda, karena metode ini tidak terbatas hanya pada versi Pro dan Enterprise saja.

Ada 2 cara yang bisa anda pilih untuk menggunakan metode notifikasi tetap.

1.  Melalui Group Policy Windows 10

  • Tekan Windows key + r di keyboard, ketik gpedit.msc, dan klik tombol OK
    Menjalankan gpedit.msc
    Menjalankan gpedit.msc
  • Lakukan navigasi dengan klik Computer Configuration > Administrative Templates > Windows Components dari panel di sebelah kiri, dan klik 2 kali pada folder Windows Update
    Windows Group Policy
    Windows Group Policy
  • Klik 2 kali pada policy Configure Automatic Updates
    File Policy Automatic Updates
    File Policy Automatic Updates
  • Selanjutnya pilih opsi Enabled, lalu pada bagian Options pilih 2 – Notify for download and auto install, kemudian klik tombol Apply > OK
    Pengaturan Policy Automatic Updates
    Pengaturan Policy Automatic Updates

2.  Melalui Regedit Windows 10

! Warning ! Kesalahan dalam mengedit registry Windows bisa menyebabkan kerusakan sistem Windows 10 anda. Oleh karena itu sebaiknya anda melakukan full backup terlebih dahulu sebelum melanjutkan.

Setelah anda tahu resikonya, maka ikuti langkah – langkah berikut ini untuk melanjutkan.

  • Tekan Windows key + r di keyboard, ketik regedit, dan klik tombol OK
    Menjalankan Regedit di Windows 10
    Menjalankan Regedit di Windows 10
  • Lakukan navigasi dengan klik HKEY_LOCAL_MACHINE > SOFTWARE > Policies > Microsoft > Windows pada panel di sebelah kiri
    Folder Registry Windows di Registry Editor
    Folder Registry Windows di Registry Editor
  • Selanjutnya klik kanan pada folder Windows tersebut dan pilih New Key
    Membuat Registry Key Windows
    Membuat Registry Key Windows
  • Isi nama key baru tersebut dengan nama WindowsUpdate lalu tekan Enter
  • Selanjutnya klik kanan pada folder key WindowsUpdate tersebut dan pilih New > Key
    Membuat Registry Key di Folder WindowsUpdate
    Membuat Registry Key di Folder WindowsUpdate
  • Isi nama key baru tersebut dengan nama AU lalu tekan Enter
  • Selanjutnya klik folder AU tersebut, dan klik kanan pada area kosong di sebelah kanan.
  • Setelah klik kanan, pilih New > DWORD (32-bit) Value
    Membuat Registry Key DWORD di Folder AU
    Membuat Registry Key DWORD di Folder AU
  • Isi nama key tersebut dengan AUOptions lalu tekan Enter
  • Klik 2 kali pada key AUOptions. Lalu isi angka 2 pada kolom Value data dan klik tombol OK
    Mengisi Nilai Value Data Key AUOptions
    Mengisi Nilai Value Data Key AUOptions
  • Pastikan nilai data AUOptions sudah berubah seperti pada gambar berikut ini.
    Angka Value Data di Key AUOptions
    Angka Value Data di Key AUOptions
  • Tutup window Registry Editor dan Restart Windows 10

Setelah anda menerapkan langkah di atas dan Windows 10 sudah startup, maka update otomatis sudah menjadi nonaktif. Namun ketika ada update baru, anda akan mendapat notifikasi mengenai update terkait.

Jika suatu saat anda ingin menerapkan update otomatis lagi, maka buka regedit dan anda cukup menghapus key WindowsUpdate dengan cara klik kanan pada folder WindowsUpdate dan pilih Delete.

C.  Metode Nonaktif Penuh

Mematikan update dengan metode nonaktif penuh caranya hampir sama dengan metode notifikasi tetap.

Yang membedakan adalah pada metode ini anda tidak akan mendapatkan notifikasi kalau ada patch terbaru yang available.

Jika anda merasa notifikasi update juga mengganggu anda, maka metode ini cocok untuk anda terapkan.

Selain itu, metode ini juga bisa di gunakan untuk Windows 10 versi Home, Pro, maupun Enterprise.

Untuk menggunakan metode ini, anda bisa memilih salah satu cara berikut ini.

1.  Melalui Services Windows 10

  • Tekan Windows key + r di keyboard, ketik services.msc, dan klik tombol OK 
    Menjalankan services.msc di Windows 10
    Menjalankan services.msc di Windows 10
  • Selanjutnya scroll dan cari file Windows Update lalu klik kanan file tersebut dan pilih Stop untuk menghentikan service.
    Menghentikan Proses Windows Update Service
    Menghentikan Proses Windows Update Service
  • Selanjutnya klik kanan pada file Windows Update dan pilih Properties
    Opsi Properties Pada Windows Update Service
    Opsi Properties Pada Windows Update Service
  • Kemudian dari kolom Startup type pilih opsi Disabled lalu klik tombol Apply dilanjutkan dengan klik tombol OK
    Pengaturan Properties Dari Windows Update Service
    Pengaturan Properties Dari Windows Update Service
  • Terakhir, Close window Services

2.  Melalui Group Policy Windows 10

  • Tekan Windows key + r di keyboard, ketik gpedit.msc, dan klik tombol OK
    Menjalankan gpedit.msc
    Menjalankan gpedit.msc
  • Lakukan navigasi dengan klik Computer Configuration > Administrative Templates > Windows Components dari panel di sebelah kiri, dan klik 2 kali pada folder Windows Update
    Windows Group Policy
    Windows Group Policy
  • Klik 2 kali pada policy Configure Automatic Updates
    File Configure Automatic Updates Policy
    File Configure Automatic Updates Policy
  • Selanjutnya pilih opsi Disabled, lalu klik tombol Apply > OK
    Pengaturan Disabled Policy Automatic Updates
    Pengaturan Disabled Policy Automatic Updates

3.  Melalui Regedit Windows 10

! Warning ! Kesalahan dalam mengedit registry Windows bisa menyebabkan kerusakan sistem Windows 10 anda. Oleh karena itu sebaiknya anda melakukan full backup terlebih dahulu sebelum melanjutkan.

Setelah anda tahu resikonya, maka ikuti langkah – langkah berikut ini untuk melanjutkan.

  • Tekan Windows key + r di keyboard, ketik regedit, dan klik tombol OK
    Menjalankan Regedit di Windows 10
    Menjalankan Regedit di Windows 10
  • Lakukan navigasi dengan klik HKEY_LOCAL_MACHINE > SOFTWARE > Policies > Microsoft > Windows pada panel di sebelah kiri
    Folder Registry Windows di Registry Editor
    Folder Registry Windows di Registry Editor
  • Selanjutnya klik kanan pada folder Windows tersebut dan pilih New Key
    Membuat Registry Key Windows
    Membuat Registry Key Windows
  • Isi nama key baru tersebut dengan nama WindowsUpdate lalu tekan Enter
  • Selanjutnya klik kanan pada folder key WindowsUpdate tersebut dan pilih New > Key
    Membuat Registry Key di Folder WindowsUpdate
    Membuat Registry Key di Folder WindowsUpdate
  • Isi nama key baru tersebut dengan nama AU lalu tekan Enter
  • Selanjutnya klik folder AU tersebut, dan klik kanan pada area kosong di sebelah kanan.
  • Setelah klik kanan, pilih New > DWORD (32-bit) Value
    Membuat Registry Key DWORD di Folder AU
    Membuat Registry Key DWORD di Folder AU
  • Isi nama key tersebut dengan NoAutoUpdate lalu tekan Enter
  • Klik 2 kali pada key NoAutoUpdate, kemudian ubah angka 0 menjadi 1 pada kolom Value data dan klik tombol OK
    Mengisi Nilai Value Data Key NoAutoUpdate
    Mengisi Nilai Value Data Key NoAutoUpdate
  • Pastikan nilai data NoAutoUpdate telah berubah seperti terlihat pada gambar berikut ini.
    Angka Value Data Pada Key NoAutoUpdate
    Angka Value Data Pada Key NoAutoUpdate
  • Tutup window Registry Editor dan Restart Windows 10

Setelah anda menerapkan langkah di atas dan Windows 10 sudah startup, maka update otomatis sudah menjadi nonaktif. Namun ketika ada update baru, anda akan mendapat notifikasi mengenai update terkait.

Jika suatu saat anda ingin menerapkan update otomatis lagi, maka buka regedit dan anda cukup menghapus key WindowsUpdate dengan cara klik kanan pada folder WindowsUpdate dan pilih Delete.

Menghapus Folder Registry Key WindowsUpdate

Cara Melakukan Update Manual Windows 10

Setelah anda mematikan fitur update Windows 10, tentunya akan merepotkan kalau untuk melakukan update harus bolak balik melakukan langkah – langkah di atas hanya untuk menyalakan dan mematikan update otomatis.

Untuk mengupdate Windows 10 secara manual bisa anda lakukan menggunakan langkah – langkah berikut ini.

Langkah – langkah untuk melakukan manual updates

  • Klik tombol   Start > Settings
    Menu Settings di Windows 10
    Menu Settings di Windows 10
  • Selanjutnya cari dan klik   Update & Security
    Menu Update & Security
    Menu Update & Security
  • Klik tombol Check for updates
    Tombol Check Updates
    Tombol Check Updates
  • Setelah itu Windows akan melakukan pengecekan apakah ada update yang available atau tidak. Kalau ada, Windows akan langsung mendownload dan menginstal update tersebut.
  • Setelah update berhasil di download, Restart Windows untuk menginstal update tersebut.

Conclusion

Setelah membaca bahasan di atas, tentunya anda sudah mengetahui berbagai cara yang bisa anda gunakan untuk mematikan update di Windows 10.

Selain itu anda bisa menggunakan fitur update di Windows 10 secara fleksibel sesuai dengan yang anda perlukan.

Dan sekali lagi saya perlu tekankan, Windows yang tidak up to date akan sangat rentan terhadap berbagai resiko yang juga sudah di jabarkan di atas.

Semoga sedikit goresan ini bisa bermanfaat.

‘Met Tweaking Guys!!

Comment Time!!

avatar
  Subscribe  
Notify of
407